Home
|
About Us
|
Contact Us
Enter your search terms
Submit search form
Web
indonesiasatu.com
HEADLINES
|
OPINI FREDDY
|
OPINI PERS
|
ARTIKEL
|
PAKAR
|
DIALOG
|
FORUM
Headlines
Opini Freddy
Opini Pers
Artikel
Pakar
Dialog Tokoh
Forum Indonesiasatu
Otonomi Daerah
Berita Anda
Pidato Presiden
Leaders Indonesiasatu
Joke Indonesiasatu
Pojok Indonesiasatu
Kurs Valas
About Us
Contact Us
Perjuangan Tetap di Udara
PAKAR
Pidato Datar
[23 Agustus 2010]
Oleh: FAISAL BASRI / KOMPAS
Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 di DPR, 16 Agustus lalu, diawali dengan pengungkapan keberhasilan kita menghadapi turbulensi ekonomi global. Nadanya sangat optimistis dengan tekanan telah terjadi penguatan fondasi ekonomi.
Presiden Mataram
[21 Agustus 2010]
Oleh: Budiarto Shambazy / KOMPAS
Demokrasi dapat cobaan setelah anggota Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mewacanakan amandemen UUD 1945 tentang masa jabatan presiden. Gagasan itu bukan iseng karena Ruhut tentu tak asal ngomong. Seperti kata pepatah, jika ada asap, tentu ada api.
Pesta "Demokrasi" yang Melelahkan
[04 Juni 2010]
Oleh: FERRY SANTOSO/kompas
Selama ini ”wajah” pemilihan umum kepala daerah masih jauh dari harapan. Pilkada masih kental dengan konflik dan sengketa. Bahkan, pilkada juga sering kali masih diwarnai kekerasan fisik dan amuk massa.
Matinya Politik Pencitraan?
[25 Mei 2010]
Oleh: Ikrar Nusa Bhakti/ KOMPAS
Drama dua babak pemilihan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat pada Kongres II di Bandung, 23 Mei 2010, merupa- kan fenomena politik bersejarah yang menandai mulai pudarnya ”politik pencitraan”.
Menggugat Sekretariat Gabungan
[18 Mei 2010]
Oleh: fr/J.Kristiadi/KOMPAS
Meskipun dikatakan pembentukan sekretariat gabungan adalah upaya menurunkan suhu politik Indonesia agar menjadi sejuk, menjamin stabilitas politik, dan menciptakan pemerintahan yang efektif, kesan bahwa lembaga tersebut diciptakan sebagai produk tawar-menawar politik tidak dapat dimungkiri. Bahkan persepsi publik menganggap terbentuknya lembaga tersebut adalah simbol kemenangan Partai Golkar, khususnya Aburizal Bakrie, terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Krisis Yunani dan "Logika Century"
[17 Mei 2010]
Oleh: fr/ Tony Prasentiatono/Kompas
Yunani adalah sebuah negara dengan kekuatan ekonomi kecil di Eropa bagian selatan. Produk domestik brutonya ”hanya” 350 miliar dollar AS, yang dalam peta dunia berada di peringkat ke-27. Indonesia dengan produk domestik bruto sekitar 600 miliar dollar AS menduduki peringkat ke-16.
Koalisi Pecah? Tidaklah!
[20 Februari 2010]
Oleh: SUKARDI RINAKIT/ kompas
Pada malam menjelang Imlek, seorang teman, Djoni Saleh, mengirim pesan melalui SMS kepada saya, ”Kong Si Pe Cah. Haiyaa! Kwa Lie Sie Bu Bar laah!” Sulit untuk tidak tersenyum membaca itu.
Kredit Tumbuh, Jika Politik Stabil 2010
[04 Januari 2010]
Oleh: Mirza Adityaswara/ Kompas
Selamat datang tahun 2010. Pasar keuangan dan industri perbankan di semester II-2009 sudah bisa kembali tersenyum karena ekonomi dunia berhasil terlepas dari masa terburuknya sejak depresi tahun 1930-an. Pada tahun 2009, indeks bursa efek Dow Jones di Amerika Serikat naik 17 persen.
KABINET "CHANGE AND CONTINUITY"
[26 Oktober 2009]
Oleh: Rhenald Kasali
Untuk pertama kalinya kabinet bekerja dengan semboyan (tagline), yang paradoks pula, change and continuity. Disebut paradoks karena keduanya bekerja berkebalikan, seperti lambang yin dan yang, yang dipakai Collins dan Porras (1994) dalam buku klasiknya, Built to Last. Mengelola paradoks adalah ciri khas tata kelola negara abad ke-21 yang berhasil menciptakan kemakmuran di China, Vietnam, India, dan Brasil.
China mengarungi globalisasi dengan mengelola paradoks komunisme dengan kapitalisme, antara kepatuhan, disiplin, dan persaingan. Vietnam bahkan menganut semboyan: negara pasar di bawah kepemimpinan sosialisme.
DILEMA REFORMASI ADMINISTRASI SBY-BOEDIONO
[12 Oktober 2009]
Oleh: Irfan Ridwan Maksum/OKEZONE.COM
Pemerintahan demokratis yang efektif, bermartabat, dan berdaulat ditandai oleh tegaknya hukum dan birokrasi yang efisien dan terkendali.
Kini, saatnya SBY-Boediono merancang kabinet yang akan mengendalikan jajaran birokrasi Indonesia dalam lima tahun ke depan sebagai bukti adanya pemerintahan yang efektif tersebut. Sorotan terhadap birokrasi pun mencuat. Kubu yang kalah menuduh independensi KPU lemah. Bukan hanya KPU, tetapi birokrasi pemerintah pun disinyalir dimanfaatkan oleh kontestan tertentu untuk kepentingannya. Bahkan peristiwa bom di Hotel The Ritz Carlton dan JW Marriott pada awalnya sempat dianggap terkait dengan adanya ketidakpuasan hasil pilpres.
SEMBILAN POTENSI KEKELIRUAN SBY
[20 Agustus 2009]
Oleh: EEP SAEFULLOH FATAH /KOMPAS
Adab berdemokrasi meminta siapa pun untuk siap menerima kemenangan dan kekalahan. Keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak semua gugatan pasangan Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto menandai usainya sengketa hasil Pemilihan Umum Presiden 2009. Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pun resmi menjadi pemenang.
Prasyarat Karakter Kepresidenan
[09 Juni 2009]
Oleh: YUDI LATIF/ Kompas
Pada episentrum krisis kepemimpinan yang menimbulkan gempa krisis nasional bersemayam krisis karakter. Usaha kita keluar dari krisis tak bisa mengandalkan sekadar politics as usual, melainkan perlu menempatkan persoalan karakter sebagai pusat ukuran kepemimpinan.
Koalisi " Kejawen" SBY-JK
[17 Februari 2009]
Oleh: J Kristiadi/ kompas
Menurut beberapa hasil survei, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla setahun terakhir ini lebih unggul dibandingkan dengan pasangan lainnya. Namun, karena tidak diikat dengan komitmen serta dukungan institusi partai, koalisi tersebut menjadi rapuh.
Obama, Hillary, dan Duet SBY-JK
[11 Februari 2009]
Oleh: Christianto Wibisono/ SP
Perkembangan politik berlangsung cepat dari isu ke isu, baik yang dirancang secara dini maupun dadakan, seperti, tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat dikeroyok demonstran. Pada 19 Januari, saya menulis bahwa Presiden Obama pasti serius memikirkan bagaimana tidak dikesankan memihak atau merestui capres RI yang sedang bersaing. Oleh karena itu, Obama pasti hanya bisa mengunjungi Indonesia setelah presiden terpilih hasil Pilpers 2009 dilantik 20 Oktober 2009.
Memperjuangkan Kematangan Demokrasi
[03 Februari 2009]
Oleh: YUDI LATIF/ Kompas
Saat diundang Megawati Institute untuk menanggapi beleid politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjelang rapat kerja nasional di Solo, saya terenyak oleh pertanyaan seorang wartawan. ”Apa risikonya jika pemilu yang mahal ini tak menghasilkan pemimpin yang diharapkan?”
Halaman :
1
2
3
4
Copyright © 2004-2009 indonesiasatu.com. All right reserved
Powered by
nifiradamha