Home | About Us | Contact Us  
Google
 
  HEADLINES | OPINI FREDDY | OPINI PERS | ARTIKEL | PAKAR | DIALOG | FORUM  ID  EN   
   
    KOALISI PENDUKUNG DAN PENENTANG PANCASILA
[13 Mei 2009]
    SBY DAN BELENGGU DEMOKRASI
[17 April 2009]
    OPOSISI MENGKRITIK, SBY MEMBALAS
[03 Februari 2009]
    PEMBERANTSAN KORUPSI JANGAN SAMPAI ANTI KLIMAKS
[22 Agustus 2008]
    SBY SEMAKIN RAGU-RAGU?
[10 Juni 2008]
    PRESIDEN DIMINTA LEBIH FOKUS
[31 Maret 2008]
    APA TEROBOSAN SBY TERHADAP SOEHARTO ?
[18 Januari 2008]
    TENANG ! ADA GEBRAKAN SBY-JK 2008
[04 Januari 2008]
    MERAH - BIRU RAPOR SBY
[24 Oktober 2007]
    MEGA DAN SBY KEMBALI BERHADAPAN DI 2009 ?
[12 September 2007]
  OPINI FREDDY  
SIAPA KORBAN CENTURY GATE
[17 Desember 2009]
Oleh: Freddy Ndolu
Kata orang bijak, langkah pertama menentukan 1000 langkah kedepan. Jadi, langkah 100 hari pertama keliru maka pemerintah ini tinggal menuai badai akibat kekeliruanya sendiri dan sebaliknya. Hari- hari melengkapi 100 hari periode ke-2 pemerintahan duet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dan wakil presiden Budiono hasil pilpres dengan dukungan rakyat sangat signifikant itu, hampir mencapai batas akhir gong 100 harinya. Apa fondasi yang telah disiapakan ? Hari-hari menjelang batas akhir sekan kontradiktif dengan pesta kemenangan pasangan ini bahkan pemberitaan media menutupi peristiwa penting yakni NATIONAL SUMMITt untuk merancang program mensejahterakan rakyat 100 hari dalam 5 tahun kedepan. Sejumlah media memberitakan salah 1 point penting adalah pemberantasan mafia peradilan ( markus) sebagai target program 100 hari pertama dibutuhan dana 2000 triliun pertahun untuk pembangunan infrastukur hingga 2014. Namun, pemberitaan soal ini baru kulit saja, kembali media masa disibukan soal penahanan pimpinan kpk Bibit dan Chandra dan skandal bank century. Tidak jelas agenda sttingnya, dari Istana, dari publik atau dari media ?

Opini indonesiasatu.com mencoba mencermati fenomena politik dan hukum yang mengemuka dibalik kejadian, di KPK, angket Bank Century dan program 100 hari pertama pemerintahan SBY serta kemana masalah ini dibawa.
Secara kronologis singkat cerita ada tiga hal penting, pertama, drama 100 hari ini merebak setelah pimpinan kpk Bibit dan Chandra di tahan oleh mabes polri sebagai tersangka penerima suap, kemudian diperdengarkan rekaman pembicaraan kasus penyuapan yang melibatkan sejumlah petinggi penegak hukum termasuk nama SBY disebut-sebut dalam rekaman pembicaraan itu. Tekanan masyarakat yang semakin kuat, dan masukan tim 8 bentukan presiden, akhirnya kedua peimpinan kpk dibebaskan dengan keputusan presiden, kini telah aktif kembali di KPK. Tidak jelas apakah akan diusut ada apa dibalik penahanan penahanan pimpinan kpk, mengingat darama itui begitu luas mendunia bunyianya, tapi sunyi senyap setelah Bibit dan Chandar dipulihakan.

Kedua, skandal bank century sejak awal sudah diyakini sejumlah pihaks akan menjadi target karena menyangkut dana bailout 6,7 triliun yang oleh BPK ada indikasi penyalah gunaan wewenang. Aliran dana century disinyalir mengalir ke partai Demokrat partai pemenang pemilu dan tim sukses pasangan SBY-Budiono. Presiden SBY beberapa kesempatan telah menolak dengan tegas tuduhan yang dinilai fitnah yang sangat keji itu. Bahkan presiden dengan emosi yang tinggi meyakini dirinya dan timnya tidak menerima sepeserpun aliran dana bank century. Sby meyakini hal itu dengan mendukung pasus angket DPR, dan siap berjihad untuk kasus bank century. Kini pansus hak angket yang semula hanya setusan anggota saja yang mendukung. Kini hampir seluruh anggota ( > 500 orang mendukung termasuk FPD) mendukung hak angket.

Ketiga, program 100 hari pertama Sby luput dari perhatian media masa, karena headline media selalu menjadi newsrun soal kasus bank century dan pengembangan penyelidikannya secara hukum melalui KPK dan poses politik melalui pansus angket di DPR. Ketua pansus angket DPR, Idrus Markam cs telah meyakinkan publik bahwa pansus akan serius, transparan, judur adil dalam menuntaskan secara politik kasus yang telah bergulir menjadi skandal menelan kerugian negara hingga 6,7 triliun rupiah.

Perdebatan dan pengembangan menarik

Kini kasus penylidikan lewat kpk bergulir dan terus menemukan sejumlah bukti tindak pidana kourpsi melibatkan sejumlah nama, begitu juga pansus angket. Sejumlah anggota menyampaikan hasil temuan yang juga menjurus pada penyalah gunaan wewenang melalui kebijakan pemerintah terhadap bank century. Saling bersahutan dan saling mengancam antara pihak pemerintah dan pihak anggota pansus melibatkan mantan gubernur BI ( kini wapres Bundiono) , Menteri Keuangan Sri Mulyani, ; dari pasnus angket Bambang Susatyo dari fraksi Golkar. Kemudian perang statemen oleh Sri Mulyani dan ketum partai Golkar, Aburizal Bakrie yang sebagai pengusaha pernah memiliki sejumlah masalah di Bakrie group yang sempat menghiasi media masa beberapa waktu lalu. Pertanyaannya, siapakah yang akan menjadi pahlawan menyelesaiakan masaalah yang terlah berkembang menjadi perang antar kelompok usaha ( Ical dan Sri) atau ada scenario lain yang dimainkan kubu ical dan kubu Ani ? kemudian apakah pertikaian ini akan mempengaruhi pansus angket bank century DPR mengingat, ketua pansusnya Idrus Marham adalah anak buah Icsal di Golkar ? masih kita lihat permainan politik atau hukum yang menguat.
Ada pengalaman, Gus Dur ketika terkena skandal dana Bulog dan Brunei juga melalui proses yang sama dan berakhir melalui sidang istimewa MPR mencopot Gus Dur dari kursi kepresidenannya. Dramanya hampir sama, ada tekanan, perang di media masa, demonstrasi mahasiswa dan perang opini melalui media. Pertanyaanya, sadarkah eksekutif bahwa ketika proses politik di DPR disetujui dan didukung tidak bisa diukur arah bidak catur politik itu kemana bahkan terburuk adalah pemaksulan terhadap presiden ? sedangkan proses hukum mungkin bisa disetir kemana arahnya, tapi lain soal proses politik. Kondisi demikian, saya sangat prihatin tapi juga sangat salut terhadap keberanian sikap SBY untuk mendorong pasus angket dpr. Keprihatinan saya adalah pernyataan sby soal demonstrasi hari korupsi sedunia 9 Desember 2009 dilihat sebagai sebuah gerakan politik yang ingin menjatuhkan pemerintahannya, dugaan presiden tidak terjadi. Akan tetapi, kesalutan saya soal retorika politiknya mampu meredam gejolak. Pertanyaanya, apakah benar dukungan SBY untuk pansus serius karena benar-benar bersih dari segala tuduhan atau sekedar retorika politik atau ada misinterprestasi kata "mendukung "oleh ketua DPR Marzuki Ali yang juga sebagai sekjen partai Demokrat ? masalahnya beberapa hari setelah pansus terbentuk, Marsuki pun di copot dari jabatan sekjen dengan alasan agar fokus di dewan.

Kalau pernyataan terbuka SBY adalah pernyataan politik maka, ada misinterpretasi makna bahasa orang jawa dan orang sumatra. kasus ini mirip joke di masa lalu, ketika tim formatur Golkar dipimpin Manihuruk yang orang Batak menghadap pak Harto soal pemilihan ketum Gokkar. Kira-kira begini dialognya : Manihuruk : "pak, formatur telah memutuskan untuk memilih pak Wahono sebagai ketum Golkar, " Pak Harto : "Wah, ono ae". sambil pak harto menyedot serutu keseukaannya. Lalu segera kembali ke markas, langsung Manihuruk menjelaskan bahwa pak Harto setuju dengan pak Wahono sebagai ketum golkar. Akhir cerita, konon kabar dari situlah berawal kegagalan golkar hingga kejatuhan pak Harto pada 1998.

Perlu di cermati adalah, peristiwa dimasa lalu sangat beda dengan masa kini dimana media dan pers bahkan kerajaan baru melalui multi media seperti facebooker tidak bisa dibendung bahkan akan kelihatan sekali bila ada upaya pengendalian atau pengalihan isyu. Jadi skandal bank century sudah terus bergulir bak bola salju semakin membesar, sehingga baik pihak legislatif maupun pihak eksekutif harus siap menerima apapun resiko terburuknya. Pansus yang memakan dana rakyat 2,7 miliar rupiah itu harus makan koban entah siapa dan bagaimana kahirnya.

Harapannya, semua pihak harus menerima hasil akhir penyeolidikan Century Gate ini sebagai sebuah proses pematangan demokrasi dan meyakinkan rakyat bahwa konstitusi menjamin kebebasan nalar berfikir membangun kreativitas masyarakat melalui kebebasan pers dan kebebasan berekspresi dan berserikat, mendorong persamaan hak setiap individu dan kelompok, dan penegakan hukum yang adil tanpa tebang pilih sajalah maka penguatan sistem demokrasi kita makin memberikan kesejahteraan sesuai sila ke-5 dalam Pancasila dapat dicapai kelak. " No point of reurned bro".






Kirim Komentar Baca Komentar

 
Copyright © 2004-2009 indonesiasatu.com. All right reserved
Powered by
nifiradamha