Home | About Us | Contact Us  
Google
 
  HEADLINES | OPINI FREDDY | OPINI PERS | ARTIKEL | PAKAR | DIALOG | FORUM  ID  EN   
   
    BAMBANG SOESATYO : PIDATO SBY SALAH SASARAN
[03 September 2010]
    KEPUASAN TERHADAP SBY-BUDIONO TURUN
[02 September 2010]
    PRO-KONTRA RESPONS SBY TERHADAP MALAYSIA
[02 September 2010]
    PRESIDEN : SOLUSI TERBAIK TUNTASKAN BATAS WILALAH RI-MALAYSIA
[02 September 2010]
    PENGAMAT : PRESIDEN INGIN "TERIAK" DI " KANDANG MACAN"
[01 September 2010]
    PRESIDEN : PANGLIMA TNI, KAPOLRI DAN JAKSA AGUNG SEGERA DIGANTI
[01 September 2010]
    SBY PERLU PIDATO DENGAN ATRIBUT MILITER
[01 September 2010]
    INDONESIA AJAK MALAYSIA BERDAMAI
[28 Agustus 2010]
    TRY DAN TYASNO JUBIR ORBA TAK LAYAK NILAI KINERJA SBY
[28 Agustus 2010]
    PEMIMPIN AS ADA UNTUK RAKYATNYA
[28 Agustus 2010]
  HEADLINES  
KORBAN TEWAS AKIBAT BUSUNG LAPAR DI NTB BERTAMBAH
[Rabu, 15 Juni 2005]
Mataram (indonesiasatu) -- Mataram,Korban meninggal akibat busung lapar (marasmus kwarsiorkor) di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkat. Data terbaru kasus busung lapar dari Dinas Kesehatan Propinsi NTB yang terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kini, tercatat ada 19 anak meninggal dari 685 total kasus selama Januari-Juni tahun 2005.

Karena kenaikan itu pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan, melakukan program kunjungan dari rumah kerumah terutama di kawasan perumahan prasejahtera. "Program kunjungan dari rumah ke rumah terus kami giatkan. Targetnya mendata lebih rinci berapa jumlah kasus ini,"kata Kepala Seksi Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dr Thamrin Hijas, Kamis (9/6) siang.

Jumlah korban meninggal banyak berasal dari Pulau Lombok,
terutama di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur. Jumlah kasus busung lapar dan yang meninggal ini, bisa jadi terus mengingat. Lihat saja, misalnya empat hari lalu, datanya baru 13 meninggal dengan 530 kasusnya. Untuk data, kini Dinas Kesehatan NTB akan melaporkan perkembangannya dari hari ke hari. Setidaknya pengiriman data secara intensif ini dilakukan setelah Menteri kesehatan dr Siti Fadilah Sapari menetapkan kasus busung lapar di NTB berstatus kejadian luar biasa.

Pasien yang dirawat atas kasus busung lapar di Rumah Sakit Umum Mataram juga terus bertambah. Kamis siang jumlahnya bertambah menjadi 10 anak. Sebagian dari balita itu berasal dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Untuk penanganan kasus itu, Tim Satkorlak menempatkan dokter tambahan di Puskesmas. Masuk di dalam itu, di antaranya dari PMI NTB yang membawa bantuan paket dari PMI Pusat makanan tambahan sebanyak 500 ton. Menurut Ketua PMI NTB Lalu Azhar, pemberian makanan tambahan bagi balita--masuk kategori rehabilitasi penanganan gizi buruk--akan dilakukan selama 90 hari.


[fr/tnr]
Kirim Komentar Baca Komentar

Index
 
Copyright © 2004-2009 indonesiasatu.com. All right reserved
Powered by
nifiradamha