Home | About Us | Contact Us  
Google
 
  HEADLINES | OPINI FREDDY | OPINI PERS | ARTIKEL | PAKAR | DIALOG | FORUM  ID  EN   
   
    BAMBANG SOESATYO : PIDATO SBY SALAH SASARAN
[03 September 2010]
    KEPUASAN TERHADAP SBY-BUDIONO TURUN
[02 September 2010]
    PRO-KONTRA RESPONS SBY TERHADAP MALAYSIA
[02 September 2010]
    PRESIDEN : SOLUSI TERBAIK TUNTASKAN BATAS WILALAH RI-MALAYSIA
[02 September 2010]
    PENGAMAT : PRESIDEN INGIN "TERIAK" DI " KANDANG MACAN"
[01 September 2010]
    PRESIDEN : PANGLIMA TNI, KAPOLRI DAN JAKSA AGUNG SEGERA DIGANTI
[01 September 2010]
    SBY PERLU PIDATO DENGAN ATRIBUT MILITER
[01 September 2010]
    INDONESIA AJAK MALAYSIA BERDAMAI
[28 Agustus 2010]
    TRY DAN TYASNO JUBIR ORBA TAK LAYAK NILAI KINERJA SBY
[28 Agustus 2010]
    PEMIMPIN AS ADA UNTUK RAKYATNYA
[28 Agustus 2010]
  HEADLINES  
PENANGANAN BUSUNG LAPAR HARUS BELAJAR DARI SOEHARTO
[Senin, 13 Juni 2005]
Jakarta (indonesiasatu) -- Jakarta,Berbagai program peninggalan Orde Baru (Orba) tidak semuanya jelek, terbukti pemenuhan gizi keluarga melalui program Usaha Peningkatan Gizi Keluarga (UPGK) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) mampu menekan kasus busung lapar.

Terkait dengan penanganan kasus busung lapar yang menjadi persoalan nasional saat itu, maka Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus belajar dari mantan Presiden Soeharto, hal itu terungkap dalam program kerja pembangunan Kaltim 2005, khusus masalah bidang kesehatan di Samarinda, Senin.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Gubernur Kaltim, H Suwarna, AF itu terungkap bahwa selama Pemerintahan Soeharto (Orde Baru) penanganan gizi balita dan ibunya berjalan secara konsisten dan terarah yang melibatkan berbagai unsur masyarakat termasuk pemerintah, namun kini kurang mendapat penanganan yang serius.

Suwarna menjelaskan bahwa program UPGK dan Posyandu memang peninggalan masa orde baru (Orba) namun tidak semua yang berbau Orba adalah jelek, banyak juga yang baik termasuk program ini sehingga di era Pemerintahan Presiden Soeharto busung lapar bisa ditekan.

"Kita harus akui kegiatan UPGK dan Posyandu terkesan kurang mendapat perhatian pasca reformasi karena dianggap kegiatan peninggalan Orba," kata Suwarna.

Salah satu program Orba yang patut diteruskan dan ditingkatkan adalah kegiatan UPGK dan Posyandu, karena dari program tersebut dapat memantau kesehatan bayi dan keluarga dan melibatkan lapisan paling bawah.

Dengan peningkatan program tersebut diharapkan tidak ada kasus busung lapar dan polio di Kaltim, sementara itu untuk sejumlah kasusu gizi buruk dan kurang gizi bagi Balita di daerah itu agar segera ditangani.

"Kalau sampai ada kasus busung lapar di Kaltim, itu berarti tanggung jawab kepala daerah bersangkutan karena dengan anggaran besar tetapi tidak mampu mensejahterakan rakyatnya sehingga kecolongan hingga ada yang busung lapar," tegas Suwarna.

Dalam Rakor tersebut juga dipaparakan berbagai program kerja tahun 2005 oleh sejumlah dinas dan badan, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi sarana dan prasarana di daerah itu.

Pada kesempatan itu, H Suwarna AF menginstruksikan kepada seluruh walikota dan bupati di daerah itu agar meningkatkan program pemenuhan gizi keluarga melalui program Usaha Peningkatan Gizi Keluarga (UPGK) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sehingga bebas dari busung lapar.

[fr/ant/kom]
Kirim Komentar Baca Komentar

Index
 
Copyright © 2004-2009 indonesiasatu.com. All right reserved
Powered by
nifiradamha